Selasa, 12 April 2022

Tugasaigastatistika

AIGA WULANDARI

8020200269

05pt4



 Cari rumus rumus untuk menentukan sampling dari beberapa referensi.2 rumus dari ahli indonesian,2 rumus dari ahli luar 

Rumus sampling dari ahli indonesian:

1.Menurut ahli indoneisa rumus (Wibisono)

Teknik yang Penulis gunakan dalam pengambilan sampel adalah teknik non-probability sampling (tidak seluruh populasi diambil), kategori purposive, yang menggunakan rumus Wibisono dalam Riduwan dan Akdon (2013) :



N = jumlah sampel
Za/2 = nilai dari tabel distribusi normal atas tingkat keyakinan 95% = 1,96.
s = standar deviasi 25%
e = error (batas kesalahan = 5%)


Batas kesalahan atau margin of error dalam penelitian Warunk Upnormal Dharmahusada ini adalah 5%, sehingga tingkat akurasinya sebesar 95%. Sampel yang diambil untuk mengisi kuesioner online sejumlah 100 responden.



2.  Menurut ahli indoneisa dengan rumus (Suyatno 2001)

Di daerah Demak-Jawa Tengah, proporsi bayi (p) yang diberi makanan ASI eksklusif sekitar 17,2 %. Ini berarti nilai p = 0,172 dan nilai q = 1 – p. Dengan limit dari error (d) ditetapkan 0,05 dan nilai Alfa = 0,05, maka jumlah sampel yang dibutuhkan sebesar :


                          
Rumus Sampel Cross Sectional
     =  219
                       = 219 orang (angka minimal)

Jika tidak diketemukan nilai p dari penelitian atau literatur lain, maka dapat dilakukan maximal estimation dengan p = 0,5. Jika ingin teliti teliti maka nilai d sekitar 2,5 % (0,025) atau lebih kecil lagi.

Rumus dari ahli luar:
1..rumus (Cochran,W.G.1977)
    Cochran, W. G. (1977), dalam bukunya berjudul “Sampling techniques” edisi ke 3 menjelaskan suatu formula sampling yang dapat anda jadikan referensi. Cochran membagi 2 teknik menentukan sampel berdasarkan data populasi yang bersifat kontinu dan bersifat kategori.
Formula Cochran untuk data kategori :


dimana:
n = ukuran sampel yang akan kita cari
z = nilai tabel z ( tabel distribusi normal) pada tingkat kepercayaan tertentu. 
p = proporsi kategori dari total seluruh kategori. Nilainya berupa nilai desimal antara 0-1, misal 0.5, 0.2, dst.
q = proporsi kategori lain selain p yang juga dituliskan sebagai (1-p)
e = margin error
Contoh :

katakan kita ingin mengevaluasi program penyuluhan yang mengajak petani untuk menggunakan metode baru. Anggaplah populasinya besar tetapi kita tidak tahu persentase dari penerimaan metode baru tersebut. Oleh karena itu, kita berasumsi tingkat penerimaannya 50:50 atau p = 0,5. Selanjutnya kita pilih α = 0,05 dan keakuratan 5% . Jumlah sampel yang diperlukan adalah sebagai berikut:


Formula Cochran :


n = ukuran sampel yang akan dicari

z = nilai z berdasarkan pada alpha tertentu, lihat tabel z

s = standard deviasi dari populasi, dan

e = margin error



2.Formula Jacob Cohen (dalam Suharsimi Arikunto, 2010:179)

    N = L / F^2 + u + 1

Keterangan :

N = Ukuran sampel

F^2 = Effect Size

u = Banyaknya ubahan yang terkait dalam penelitian

L = Fungsi Power dari u, diperoleh dari tabel


Power (p) = 0.95 dan Effect size (f^2) = 0.1

Harga L tabel dengan t.s 1% power 0.95 dan u = 5 adalah 19.76

maka dengan formula tsb diperoleh ukuran sampel


N = 19.76 / 0.1 + 5 + 1 = 203,6, dibulatkan 203

Sumber :

https://statmat.id/ukuran-sampel-penelitian/

https://salamadian.com/teknik-pengambilan-sampel-sampling/

https://teorionline.wordpress.com/2010/01/24/populasi-dan-sampel/

https://lauraerawardani.blogspot.com/2014/05/populasi-dan-sampel.html

https://statmat.id/ukuran-sampel-penelitian/

https://teorionline.wordpress.com/2010/01/24/populasi-dan-sampel/

https://www.statistikian.com/2012/08/menghitung-besar-sampel

https://www.slideshare.net/wuliemasihberjuang/populasi-dan-sampel-31342902

https://dspace.uc.ac.id/bitstream/handle/123456789/1266/BAB%20III.pdf?sequence=11&isAllowed=y